| PORTUGIS di TERNATE dan TIDORE Expedisi pertama orang-orang Portugis ke Maluku, dibawah komando Antonio de Abreu, tiba di Ambon dan kepulauan Banda pada tahun 1512. Setelah melalui perjalanan yang berat, mereka kembali ke Malaka. Fransisco Serrao dan kru expedisi lainnya terdampar di Pulau Lucopino (Nusa Penju), dekat dengan Pulau Ambon. Namun mereka akhirnya dapat sampai di Ambon dan lalu ke Ternate. Di Ternate, Sultan Ternate mengangkat Serrao sebagai Penasehat Pribadi Sultan sekaligus sebagai figur yang terpandang di kerajaan Sultan. Setelah tahun 1513, Portugis mengirim armada perdagangan ke Kepulauan Rempah2 (The Spice Islands atau Maluku). Armada pertama, di bawah komando Kapten Antonio de Miranda de Azevedo, membangun dua "feitorias" kecil. Satu di Ternate dan satu lagi di Bacan. Pada bulan Februari 1522, Kapten Antonio de Brito tiba di Kepulauan Banda, dan kemudian mempererat persahabatan dengan raja dari kepulauan tersebut. Sebagai simbolnya adalah batu "Padrao". Antonio de Brito tiba di Ternate pada bulan mei 1522, dimana kemudian ia membangun benteng Sao Joao Baptista de Ternate. Kedudukan Portugis di Ternate dan sekitarnya sangat lemah. Hal ini akibat jauhnya Pulau Ternate dan hanya sedikit Tentara Portugis disini. Beberapa Expedisi orang2 Spanyol tiba di Tidore, yang pertama adalah Magalhaens. Orang2 Spanyol ini menetap di Tidore dan "menganggu" orang2 Portugis selama bertahun2. Pada tanggal 25 Oktober 1536, Gubernur Porugis Antonio Galvao tiba di Ternate. Ia adalah orang yang membangun "Kota Portugis" di Ternate, ia juga membangun sekolah, rumah sakit dan tembok batu di sekitar kota. Antonio Galvao dianggap sebagai "apostle of the Moluccas". Pada tanggal 15 Juli 1575, Portugis meninggalkan bentengnya. Peta Maluku tahun 1600-an diterjemahkan dari "The Portuguese in the Moluccas and in the Lesser Sunda Islands" oleh Marco Ramerini. source : The Portuguese in the Moluccas and in the Lesser Sunda Islands |
desain oleh :